Anime, film seri kartun jepang yang populer bukan hanya dikalangan anak-anak, namun juga sampai tahap orang dewasa. Jika anak-anak menyenangi hal tersebut merupakan hal yang biasa. bagaimana dengan orang dewasa? apakah merupakan hal yang wajar? Anime dibuat sefantasy mungkin, selucu mungkin, dapat menarik perhatian anak-anak umumnya 10 sampai 17 tahun. Namun bagi orang dewasa, anime yang ditonton bukanlah seri fantasy yang ditonton. Orang dewasa telah dapat membedakan yang mana kenyataan dan yang mana hanya khayalan belaka. Jadi apa yang mendorong orang dewasa menyenangi anime. Ada sebagian menjawab "karena telah menjadi kebiasaan sejak kecil" dan ada juga "alur ceritanya bagus". Jika alur ceritanya bagus, masih dapat dimaklumi. Namun "kebiasaan sejak kecil" merupakan hal yang unik. Banyak masyarakat menganggap bahwa anime adalah film kartun (TOM & JERRY, DONALD DUCK, etc) yang hanya layak ditonton anak umur 6-15. Mungkin kata addict dapat melukiskan, situasi orang dewasa yang masih menonton anime. Sama seperti halnya dengan N**ko**, semakin ditonton semakin seru. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari hal tersebut. Misalnya : sehabis pulang kerja, sehabis kuliah, sehabis menjalani hidup sehari, rasanya satu hari tidak lengkap/perfect tanpa memulai/menutup hari dengan menonton anime. Meskipun satu seri/eps saja sudah memenuhi kepuasan tersebut.
Akan tetapi apakah mereka yang begitu bisa disebut sebagai maniac? Terkadang kita bisa menemui orang-orang dijalan, dengan seluruh aksesoris dari baju, celana, sepatu semuanya adalah aksesoris yang dipakai pada salah satu anime. Pada tempat dan waktu yang salah, orang tersebut dengan pedenya berjalan. LOL...
Mungkin hal tersebut bisa dikatakan maniac. Berbeda dengan acara cosplay, orang-orang memakai pakaian, berdandan, seperti salah satu karakter anime yang disukai. Acara-acara tersebut sekarang ini banyak digelar baik di Indonesia maupun negara-negara lain. Kalau di Jepang yang terkenal adalah daerah Akihabara. Bagi-bagi maniac* Anime, Akihabara tersebut merupakan HOLY LANDnya. Acara yang digelar bukanlah acara kecil, melainkan acara besar, bisa sampai beribu-ribu pengunjung.
Terdapat perbedaan orang yang maniac anime-addict anime-love anime :
tingkat paling lemah adalah love anime. Orang-orang dengan love anime, hanya sekedar menyukai, akan tetapi anime bukanlah segalanya. Anime hanya salah satu cara untuk melepaskan kebosanan.
tingkat kedua adalah addict anime. Orang-orang pada tahap ini, seperti kecanduan. Tanpa anime bisa gelap hidupnya. Menjadi ketergantungan dengan anime.
Tingkat terakhir adalah maniac anime. Orang-orang yang maniac anime begitu mendalami anime tersebut, sampai-sampai anime adalah hidupnya. Dapat dilihat dari cara berpakaian, cara berinteraksi dengan sesama (teman, keluarga, masyarakat). NB: maniac anime bukanlah hal yang buruk.
Tapi dari ketiga hal tersebut bukanlah hal yang buruk. Selama belum menyalahi aturan-aturan/hukum adat/ norma-norma.
Web link : Confessions of an Anime Addict
http://crushedmuffin.com/anime/addict.html
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20071221214222AAQEqgY&show=7
http://mizukimiyazawa.imeem.com/blogs/2007/10/26/subzXPun/why_do_i_love_anime
http://anime-addict.tsoknat.com/2007/07/25/why-i-love-anime/#comment-7
http://id.wikipedia.org/wiki/Akihabara
Regard
Orion
Just Smile and Laugh ^ ^ V
Kamis, 14 Februari 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
